Perilaku Insecure Pada Anak Usia Dini
Keywords:
Perilaku Insecure, Anak Usia Dini, Perilaku PemaluAbstract
Perasaan tidak aman (insecure) inilah yang pada akhirnya mendorong anak untuk membuat "topeng" untuk dirinya sendiri agar orang lain tidak dapat melihat sisi lain yang ingin ia sembunyikan. Dengan kata lain, dia berusaha menutupi sisi lain dengan melakukan sesuatu yang menurutnya bisa membuatnya terlihat lebih baik di mata orang lain. Di sinilah kita sering menjumpai anak kecil dengan kepribadian seperti kecemasan, pengecut, rasa bersalah, rasa malu, yang menurut para ahli sering disebut sebagai “neurotik” atau “ketidakamanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku insecure pada anak usia dini yaitu perilaku pemalu. Penelitian ini dibuat dalam bentuk literatur review dengan menggunakan database berupa Google scholar. Literatur yang digunakan dalam bentuk Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dalam waktu 8 tahun terakhir dan dapat diakses secara penuh. Berdasarkan hasil dari literatur review, ditemukan Malu berasal dari kata malu, yang berarti merasa sangat buruk (hina, rendah diri, dll), karena telah melakukan sesuatu yang buruk (tidak baik, karena kebiasaan dan memiliki cacat atau cacat). Sedangkan pemalu artinya orang yang mudah bergaul (yang sifatnya pemalu).
Downloads
References
Hadisi, L. (2015). Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini La Hadisi. Jurnal Al-Ta’did, 8(2), 50–69. http://repository.iiq.ac.id/handle/123456789/228
Khoerunnisa, S. (2021). Pemalu Pada Anak Usia Dini. Research in Early Childhood Education and Parenting, 01(02), 87–92.
Mu’awwanah, U. (2017). Perilaku Insecure Pada Anak Usia Dini. As-Sibyan, 2(1), 47–58.
Noor, T. (2018). Rumusan Tujuan Pendidikan Nasional Pasal 3 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003. Wahana Karya Ilmiah Pendidikan, 2(1), 123–144.
Novikasari, M., Ali, & Halida. (2015). Peranan Guru Dalam Mengatasi Anak Pemalu di Raudhatul Athfal Dharma Wanita Kementrian Agama. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(5), 1–18.
Nurfajani, D. (2021). Analisis Permasalahan Anak Pemalu Pada Usia 5-6 Tahun di Kelompok B TK FKIP Unsyiah Banda Aceh. UBBG, 2(1).
Priyanto, A. (2014). Pengembangan Kreativitas Pada Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Bermain. Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif, 0(2).
Rahmah, R. A. (2020). Perasaan Insecure Pada Masa Covid-19 Mengakibatkan Maraknya Orang Menjual Produk Kecantikan. SocArXiv Papers, 23(99), 2. hppts./jiwaraga.com
Sinaga, R. (2018). Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 5(2), 180. https://doi.org/10.33550/sd.v5i2.89
Tiara Dewi, Muhammad Amir Masruhim, R. S. (2016). Pengaruh Teknik Role Playing Terhadap Sikap Pemalu Anak Usia 4-5 Tahun Di Kelas A Paud Al-Khair Lingkungan Udayana Mataram Tahun Pelajaran 2019/2020. Laboratorium Penelitian Dan Pengembangan Farmaka Tropis Fakultas Farmasi Universitas Mualawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, 5(April), 5–24.
Trijayanti, S. (2019). Peranan Orang Tua Dalam Mengatasi Sifat Pemalu Pada Anak. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 53–57.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Sabarrudin Sabarrudin, Orin Andariska, Wahidah Fitriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
