Studi Literatur: Uang Panai dalam Adat Pernikahan Suku Bugis Makassar
Keywords:
uang panai, status sosial, prestiseAbstract
Uang panai merupakan uang yang diberikan oleh calon mempelai laki-laki kepada calon mempelai perempuan sebagai uang penghargaan yang digunakan untuk membiayai semua kebutuhan saat acara resepsi pernikahan. Uang panai diberikan saat akan melangsungkan pernikahan yang telah ditentukan setelah adanya proses lamaran. Apabila lamaran diterima oleh calon mempelai wanita maka tahapan selanjutnya yaitu menentukan uang panai. Besarnya uang panai yang diberikan tergantung pada status sosial calon mempelai perempuan mulai dari tingkat pendidikan, kekayaan, keturunan, umur, kecantikan dan pekerjaan, yang digunakan sebagai patokan dalam menentukan uang panai. Tujuan dari pemberian uang panai merupakan salah satu pemberian prestise atau kehormatan kepada keluarga calon mempelai perempuan yang akan di nikahinya. Tujuan dalam penulisan studi literatur ini yaitu untuk menganalisis uang panai dalam adat pernikahan suku Bugis Makassar dari sudut pandang teori psikologi. Sehingga dengan adanya studi literatur ini diharapkan dapat memahami makna uang panai tersebut, agar tidak memunculkan persepsi negatif mengenai pemberian uang panai.
Downloads
References
Ahsani, Hos, J., & Peribadi. (2018). Uang panai dan tantangan bagi pemuda bugis di perantauan (studi di Desa Wunggoloko Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur). Neo Societal, 3(3), 541–546. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Ardhianita, I., & Andayani, B. (2005). Kepuasan pernikahan ditinjau dari berpacaran dan tidak berpacaran. Jurnal Psikologi, 32(2), 101–111. https://doi.org/10.22146/JPSI.7074
Cipto, H. (2017). “Uang panai”, tanda penghargaan untuk meminang gadis Bugis-Makassar. Retrieved September 23, 2019, from Kompas.com website: https://regional.kompas.com/read/2017/03/13/08532951/.uang.panai.tanda.penghargaan.untuk.meminang.gadis.bugis-makassar?page=all
Husna, N. A. (2016). Psikologi anti-materialisme. Buletin Psikologi, 24(1), 11–20. https://doi.org/10.22146/bpsi.12676
Indrawati, E. S. (2015). Status sosial ekonomi dan intensitas komunikasi keluarga pada ibu rumah tangga di panggung kidul semarang utara. Jurnal Psikologi Undip, 14(1), 52–57. https://doi.org/10.14710/jpu.14.1.52-57
Riski, A. A., Melay, R., & Bunari. (2017). Money shopping (uang panaik) in marriage bugis reteh district community indragiri hilir. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univeristas Riau, 1–9.
Santrock, J. W. (2012a). Life-span development perkembangan masa hidup jilid 1 (13th ed.). Jakarta: Erlangga.
Santrock, J. W. (2012b). Life-span development perkembangan masa hidup jilid 2 (13th ed.). Jakarta: Erlangga.
Soraiya, P., Khairani, M., Rachmatan, R., Sari, K., & Sulistyani, A. (2016). Kelekatan dan kepuasan pernikahan pada dewasa awal di kota Banda Aceh. Jurnal Psikologi Undip, 15(1), 36–42. https://doi.org/10.14710/jpu.15.1.36-42
Srisayekti, W., Satiady, D. A., & Sanitioso, R. B. (2015). Harga-diri (self-esteem) terancam dan perilaku menghindar. Jurnal Psikologi, 42(2), 141–156.
Syahrul, S. (2017). Dilema feminis sebagai reaksi maskulin dalam tradisi pernikahan bugis makassar. Jurnal Al-Maiyyah, 10(2), 313–334. https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v10i2.510
Widyawati, & Salam, N. E. (2018). Makna tradisi uang panai dalam adat pernikahan suku bugis di sungai guntung kecamatan kateman kabupaten indragiri hilir provinsi riau. JOM FISIP, 5, 1–15. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Yansa, H., Basuki, Y., Perkasa, W. A. (2017). Uang panai ’ dan status sosial perempuan dalam perspektif budaya siri ’ pada perkawinan suku. Jurnal PENA, 3(2), 524–535.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Asrie Dwi Chaesty, Darmawan Muttaqin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
