Makna Simbolik Kain Tenun Songke Desa Batu Cermin Manggarai Barat Flores
Keywords:
Kain tenun songke Manggarai, interaksi simbolik, warisan budayaAbstract
Towe Songke atau nae songke merupakan kain tenun khas daerah Manggarai. Kain tenun songke juga biasa di sebut lipa. Kain songke sering dipakai untuk berbagai ritual atau upacara adat seperti saat kelas (kenduri), membuka rending (ladang baru), hingga saat nempung (musyawarah). Kain songke juga dimanfaatkan sebagai belis (mas kawin) dalam upacara adat pernikahan di daerah Manggarai. Disamping itu juga kain tenun songke ini sering dijadikan sebagai selempang tiba meka (selendang atau kain upacara penyambutan tamu). Penelitian ini bertujuan mengetahui makna simbol-simbol dalam tenun songke serta memperkenalkan secara luas keaslian songke sebagai warisan budaya asli daerah Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan perolehan data menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Data akan dianalisis dengan menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data melalui metode triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian bahwa fungsi dan makna songke menjadi simbol kesakralan dalam interaksi simbolik yang ditandai dengan penggunaan songke dalam setiap upacara adat di daerah Manggarai dengan penggunaan songke tanpa memandang status sosial. Hal ini ditunjukkan dengan makna yang terkandung dalam masing-masing makna motif songke yaitu motif su'I, motif mata manuk, motif wela ngkaweng, motif wela runu, motif ntala dan motif ranggong bermakna selalu rajin dan selalu jujur dalam melakukan sesuatu. Kain songke diyakini sebagai panduan atau pedoman bagi kehidupan masyarakat daerah Manggarai sekaligus sebagai bentuk menjaga warisan budaya asli daerah Manggarai.
Downloads
References
Muhlis, A. (2021). Makna Simbolik Ragam Hias Sarung Tenun Tradisional Desa Ternate. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Ansaar, A. (2018). Makna Simbolik Pakaian Adat Mamasa di Sulawesi Barat. Pangadereng: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(1), 121-135.
Ardianto, E., & Q-Anees, B. (2007). Filsafat Ilmu Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Chairul, A. (2019). Kearifan Lokal dalam Tradisi Mancoliak Anak pada Masyarakat Adat Silungkang. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 5(2).
Derung, T. N. (2017). Interaksionisme Simbolik Dalam Kehidupan Bermasyarakat. SAPA-Jurnal Kateketik dan Pastoral, 2(1), 118-131.
Digilib. (n. d). Universitas Islam Negri Surabaya.Diakses pada tanggal 23 September 2022. http://digilib.uinsby.ac.id/2958/3/Bab%202.pdf
Firdaus, F., Wasta, A., & Husen, W. R. (2019). Makna Simbolik Kostum Kesenian Jurig Sarengseng di Desa Binangun Kota Banjar. Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni, 2(2), 75-87.
Fiske, J. (2016). Pengantar Ilmu Komunikasi.Yogyakarta: Buku Litera Yogyakarta.
Fitria, F., & Sara, A. (2021). Makna Simbolik Pakian Adat (Kabhantapi) Perempuan Pada Masyarakat Muna di Kecamatan Katobu Kabupaten Muna. Jurnal Penelitian Budaya, 10. http://ojs.uho.ac.id/index.php/JPeB/article/view/17711
George, R. & Jefrey S. (2019). Teori Sosiologi Klasik. Pustaka Pelajar.
Haris, A., & Amalia, A. (2018). Makna dan Simbol dalam Proses Interaksi Sosial (Sebuah Tinjauan Komunikasi). Jurnal Dakwah Risalah, 29(1), 16-19.
Hofman, O., Susanti, N. E., & Sari, Y. I. (2022). Peran Masyarakat dalam Mengembangkan Kain Songke untuk Meningkatkan Kondisi Sosial Ekonomi di Desa Ruis Kabupaten Manggarai. Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(1), 32-38.
Imelda, D. (2020). Fungsi dan Makna Simbolik Tingkuluak Koto Nan Gadang Payakumbuh. Studi Budaya Nusantara, 4(1), 17-33.
Littlejhon, W. E., & Karen, A. (2017). Teori Komunikasi: Theories of Human Communications. Salemba Humanitika.
Misnawati, Y. (2016). Makna Simbolik Kain Songket Sukarara Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB). Universitas Negeri Yogyakarta.
Morissan. (2013). Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Prenadamedia Group.
Mubin, I. (2018). Makna Simbol atau Motif Kain Tenun Khas Masyarakat Daerah Bima di Kelurahan Raba Dompu Kota Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 1(1), 21-24.
Mulyana, D.(2010). Komunikasi Lintas Budaya. Bandung: Remaja Rosda Karya
Pareira, D. S., & Livania, S. (2019). Makna Simbolik Kain Tenun Tais Dalam Adat Pernikahan di Timor Leste. Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) Denpasar-Bali.
Rupa, J. N., & Ri’a, M. P. P. (2021). Makna Simbolik Motif Khas Sarung Ende Lio. Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran), 4(2), 251-262.
Severin, W. J., & Tankard, J. W. (2005). Teori Komunikasi Sejarah Metode dan Terapan di dalam Media Massa. Prenada Media.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta CV.
Tas, J. R., Wartoyo, F. X., & Prasetyo, Y. Songke Dalam Perspektif Sejarah Ekonomi Desa Lenda Kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai 2005-2017. Repository STKIP PGRI Sidoarjo.
Wafi, A. A. (2020). Tarian Baris China Di Desa Sanur Kauh Dalam Perspektif Interaksi Simbolik. Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) Denpasar-Bali.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Putu Suparna, Theodora Enifrischaty Matur, Melati Budi Srikandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
