Nilai dan Simbol Nonverbal dalam Prosesi Pernikahan Tahapan Adat Mogama di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil
Keywords:
makna simbol nonverbal, nilai-nilai, adat mogama, pernikahanAbstract
Prosesi upacara pelaksanaan adat Mogama di Kotamobagu Selatan merupakan suatu tradisi yang dilaksanakan oleh pengantin wanita. Setiap tahapan yang dilakukan mempunyai makna yang akan menjadi nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat. sebelum adat Mogama dilaksanakan terdapat tahapan yang harus dilakukan yaitu, Ampat Mata, Monilang/Poresmian, dan akad pernikahan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tahapan pernikahan di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil, mendeskripsikan makna simbol nonverbal dalam prosesi adat mogama di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil, dan untuk mendeskripsikan nilai-nilai dalam prosesi adat Mogama’ di Kotamobagu selatan Kelurahan Motoboi Kecil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, teknik analisis data. Penelitian ini dimulai dengan ditranskip, diidentifikasi dan dideskripsikan sehingga mendapatkan hasil. Hasil penelitian menunjukkan simbol nonverbal pada prosesi adat Mogama di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil dan nilai-nilai dalam pelaksanaan adat Mogama. Berdasarkan hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna dalam (1) Tolu Nopangkoi Adat (tali, guat, adat), (2) kabela, (3) mas kawin, (4) toyyibalun, (5) paung, (6) buah sirih pinang, (7) kokuduk, (8), siripu, (9) rumah, (10) tolatak. Terdapat empat nilai dalam tahapan adat mogama yaitu nilai religius, nilai didaktis, nilai etis, dan nilai budaya.
Downloads
References
Abdullah, N., Didipu, H., & Lantowa, J. (2021). Pesan Keluarga Sakinah dalam Teks Puisi Lisan Palebohu (Suatu Penelitian Berdasarkan Kajian Hermeneutika). Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 11(2), 23–42. https://doi.org/10.37905/jbsb.v11i2.10113
Anismar., Rukaiyah., & Nasution, A. A. (2021). Pemaknaan Simbolik pada Prosesi Kenduri Blang: Studi Kasus Gampong Ulee Gle Pidie Jaya. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 2(1), 23–34. https://doi.org/10.22373/jsai.v2i1.1180
Hoed, B. H. (2014). Semiotik ????dan Dinamika Sosial Budaya. Depok: Komunitas Bambu.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Katalog Dalam Terbitan (KDT).
Lantowa, J. Dkk. (2017). Semiotika: Teori, Metode, dan Penerapannya dalam Penelitian Sastra. Yogyakarta: DEEPUBLISH.
Ntelu, A. (2012). Mengungkap Makna Budaya Pada Perangkat Upacara Adat (Pohu-Pohutu) Di Gorontalo.
Pinontoan, M. V., & Mamosey, W. E. (2021). Tradisi Mogama’ Dalam Perkawinan Adat Mongondow di Desa Pusian Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow. HOLISTIK, Journal of Social and Culture, 14(4), 1–18.
Rahima, A., & Mardianti, N. (2021). Nilai-Nilai Sosial Upacara Adat Perkawinan Suku Bugis Wajo Pada Masyarakat Desa Sungai Jambat Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2).
Restiani, T., Chotimah, U., & Kurnisar, K. (2019). Analisis Nilai-Nilai Dalam Adat Pernikahan di Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn, 6(1), 153–168. https://doi.org/10.36706/jbti.v6i1.7930
Rukin. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Takalar: Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.
Samad, A., & Munawwarah, M. (2020). Adat Pernikahan dan Nilai-Nilai Islami dalam Masyarakat Aceh Menurut Hukum Islam. El-USRAH: Jurnal Hukum Keluarga, 3(2), 289. https://doi.org/10.22373/ujhk.v3i2.7716
Setyadin, B. (2005). Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Malang: Universitas Negeri Malang.
Tunggal, G. N. S., & Rosyadi, K. (2010). Ritual Gus Dur dan Rahasia Kewaliannya. Yogyakarta: GALANGPRES.
Tungkagi, D. Q., dkk. (2021). Meretas Tabir Identitas (Serpihan Sejarah dan Budaya Bolaang Mongondow. Yogyakarta: Bintang Pustaka Madani.
Virgiana, B., & Margareta, T. (2019). Makna Simbol Adat Mbembeng dan Nenurou Pada Etnis Melayu Enim. Jurnal Publisitas, 6(1), 30–38. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/5M4BU
Waluyo, M. E. (2017). Nilai-Nilai Dan Makna Simbolik Tradisi Nganggung. Sabda?: Jurnal Kajian Kebudayaan, 10(2), 1–12. https://doi.org/10.14710/sabda.v10i2.13288
Wicaksono, A., Haryati, N., & Sumartini. 2013. Transformasi Makna Simbolik Mihrab pada Novel ke Film dalam Mihrab Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy: Kajian Ekranisasi. Jurnal Sastra Indonesia, 2(1), 1–10.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Sri Nurfadillah Damopolii, Moh Karmin Baruadi, Zulkipli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
