Nilai dan Simbol Nonverbal dalam Prosesi Pernikahan Tahapan Adat Mogama di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil

Authors

  • Sri Nurfadillah Damopolii (1) Universitas Negeri Gorontalo
  • Moh Karmin Baruadi (2) Universitas Negeri Gorotalo
  • Zulkipli (3) Universitas Negeri Gorotalo

Keywords:

makna simbol nonverbal, nilai-nilai, adat mogama, pernikahan

Abstract

Prosesi upacara pelaksanaan adat Mogama di Kotamobagu Selatan merupakan suatu tradisi yang dilaksanakan oleh pengantin wanita. Setiap tahapan yang dilakukan mempunyai makna yang akan menjadi nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat. sebelum adat Mogama dilaksanakan terdapat tahapan yang harus dilakukan yaitu, Ampat Mata, Monilang/Poresmian, dan akad pernikahan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tahapan pernikahan di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil, mendeskripsikan makna simbol nonverbal dalam prosesi adat mogama di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil, dan untuk mendeskripsikan nilai-nilai dalam prosesi adat Mogama’ di Kotamobagu selatan Kelurahan Motoboi Kecil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, teknik analisis data. Penelitian ini dimulai dengan ditranskip, diidentifikasi dan dideskripsikan sehingga mendapatkan hasil. Hasil penelitian menunjukkan simbol nonverbal pada prosesi adat Mogama di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil dan nilai-nilai dalam pelaksanaan adat Mogama. Berdasarkan hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna dalam (1) Tolu Nopangkoi Adat (tali, guat, adat), (2) kabela, (3) mas kawin, (4) toyyibalun, (5) paung, (6) buah sirih pinang, (7) kokuduk, (8), siripu, (9) rumah, (10) tolatak. Terdapat empat nilai dalam tahapan adat mogama yaitu nilai religius, nilai didaktis, nilai etis, dan nilai budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, N., Didipu, H., & Lantowa, J. (2021). Pesan Keluarga Sakinah dalam Teks Puisi Lisan Palebohu (Suatu Penelitian Berdasarkan Kajian Hermeneutika). Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 11(2), 23–42. https://doi.org/10.37905/jbsb.v11i2.10113

Anismar., Rukaiyah., & Nasution, A. A. (2021). Pemaknaan Simbolik pada Prosesi Kenduri Blang: Studi Kasus Gampong Ulee Gle Pidie Jaya. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 2(1), 23–34. https://doi.org/10.22373/jsai.v2i1.1180

Hoed, B. H. (2014). Semiotik ????dan Dinamika Sosial Budaya. Depok: Komunitas Bambu.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Katalog Dalam Terbitan (KDT).

Lantowa, J. Dkk. (2017). Semiotika: Teori, Metode, dan Penerapannya dalam Penelitian Sastra. Yogyakarta: DEEPUBLISH.

Ntelu, A. (2012). Mengungkap Makna Budaya Pada Perangkat Upacara Adat (Pohu-Pohutu) Di Gorontalo.

Pinontoan, M. V., & Mamosey, W. E. (2021). Tradisi Mogama’ Dalam Perkawinan Adat Mongondow di Desa Pusian Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow. HOLISTIK, Journal of Social and Culture, 14(4), 1–18.

Rahima, A., & Mardianti, N. (2021). Nilai-Nilai Sosial Upacara Adat Perkawinan Suku Bugis Wajo Pada Masyarakat Desa Sungai Jambat Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2).

Restiani, T., Chotimah, U., & Kurnisar, K. (2019). Analisis Nilai-Nilai Dalam Adat Pernikahan di Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn, 6(1), 153–168. https://doi.org/10.36706/jbti.v6i1.7930

Rukin. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Takalar: Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.

Samad, A., & Munawwarah, M. (2020). Adat Pernikahan dan Nilai-Nilai Islami dalam Masyarakat Aceh Menurut Hukum Islam. El-USRAH: Jurnal Hukum Keluarga, 3(2), 289. https://doi.org/10.22373/ujhk.v3i2.7716

Setyadin, B. (2005). Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Malang: Universitas Negeri Malang.

Tunggal, G. N. S., & Rosyadi, K. (2010). Ritual Gus Dur dan Rahasia Kewaliannya. Yogyakarta: GALANGPRES.

Tungkagi, D. Q., dkk. (2021). Meretas Tabir Identitas (Serpihan Sejarah dan Budaya Bolaang Mongondow. Yogyakarta: Bintang Pustaka Madani.

Virgiana, B., & Margareta, T. (2019). Makna Simbol Adat Mbembeng dan Nenurou Pada Etnis Melayu Enim. Jurnal Publisitas, 6(1), 30–38. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/5M4BU

Waluyo, M. E. (2017). Nilai-Nilai Dan Makna Simbolik Tradisi Nganggung. Sabda?: Jurnal Kajian Kebudayaan, 10(2), 1–12. https://doi.org/10.14710/sabda.v10i2.13288

Wicaksono, A., Haryati, N., & Sumartini. 2013. Transformasi Makna Simbolik Mihrab pada Novel ke Film dalam Mihrab Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy: Kajian Ekranisasi. Jurnal Sastra Indonesia, 2(1), 1–10.

Published

2023-11-29

How to Cite

Damopolii, S. N., Baruadi, M. K., & Zulkipli, Z. (2023). Nilai dan Simbol Nonverbal dalam Prosesi Pernikahan Tahapan Adat Mogama di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil. Jurnal Sinestesia, 13(2), 1232–1248. Retrieved from https://www.sinestesia.pustaka.my.id/journal/article/view/476

Issue

Section

Articles