Sikap Bahasa Masyarakat Gantarang Terhadap Bahasa Konjo
Studi Kasus di Desa Benteng Gantarang
DOI:
https://doi.org/10.53696/27219283.142Keywords:
sikap bahasa, masyarakat, Bahasa KonjoAbstract
Penelitian ini bertujuan mengungkapkan sikap bahasa masyarakat penutur bahasa Konjo di kecamatan Gantarang terhadap bahasa Konjo, khususnya yang ada di desa Benteng Gantarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni metode survei, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,3% responden Tidak Setuju (TS), 16,7 % memilih bersikap Netral (N), 10% responden Sangat Tidak Setuju (STS); jika bahasa Konjo harus diajarkan/diperoleh anak-anak di rumah; hanya 16,7% yang Setuju (S). Adapun pernyataan ke-2, yakni bahasa Konjo harus dijadikan bahasa utama dalam komuniasi sehari-hari di rumah ditanggapi tidak setuju sebanyak 56,7% responden, responden yang Setuju (S) sebesar 20% dan 13,3% memilih bersikap Netral (N). Pernyatan ke-3, yakni bahasa Konjo harus digunakan di sekolah dasar (khususnya kelas 1 sampai kelas 3), ditanggapi tidak setuju sebanyak 70% dan hanya 13,3% yang Setuju (S), dan sisanya Sangat Tidak Setuju (STS). Kemudian, pernyataan ke-4, yakni bahasa Konjo perlu diajarkan di sekolah, sebanyak 56,7% responden menyatakan Tidak Setuju (TS) dan 26,7% menyatakan Setuju (S), dan 10% responden memilih bersikap Netral (N). Pada pernyataan ke-5, yakni ketika bertemu dengan sesama orang Konjo harus menggunakan bahasa Konjo ditanggapi setuju sebanyak 66,7% responden menyatakan Setuju (S), 26,7% menyatakan Sangat Setuju (SS), dan sisanya menyatakan sikap Netral (N) dan Tidak Setuju (TS). Pada pernyataan ke-6, yakni Anak-anak perlu dibimbing menggunakan bahasa Konjo yang sopan/santun ditanggapi 46,7% responden menyatakan Setuju (S), 33,3% menyatakan Sangat Setuju (SS), dan 13,3% memilih bersikap Netral (N). Pernyataan ke-7, Sebanyak 53,3% responden menyatakan Setuju (S) dan 36,7% menyatakan Sangat Setuju (SS), dan sisanya Tidak Setuju (TS) dan Netral (N) dengan pernyataan “Bahasa Konjo melestarikan budaya daerah”. Adapun pernyataan ke-8, yakni Bahasa Konjo adalah kebanggaan orang Konjo ditanggapi setuju sebanyak sebanyak 56,7% responden menyatakan Setuju (S), 23,3% Sangat Setuju (SS), dan 13,3% responden memilih bersikap Netral (N), serta sisanya Tidak Setuju (TS). Sebanyak 53,35% responden memilih sangat setuju dan 40% setuju, dan sisanya menyatakan tidak setuju dengan pernyataan bahwa bahasa Konjo melestarikan budaya daerah.
Downloads
References
Fishman, F (1980). Conversational Insecurity in Howard Giles, Peter W. Robinson, and Philip M. Smith (eds), Language: Social Psycological Perspektives. Pergamon Press: Oxford.
Garvin, P. L. & Mathiot, M. (1968). The Urbanization of The Gurani Language: Problem in Language and Culture.
Lambert, W. E. A. (1967). Social Psychology of Bilingualism. Journal of Social Issues, 23(2).
Lukman, G. (2015). Local languages shift in South Sulawesi; Case four local language (Bugis, Makassar, Toraja, Enrekang). Journal of Language and Literature. https://doi.org/10.7813/jll.2015/6-3/35
Sukma, R. (2017). Sikap Bahasa Remaja Keturunan Betawi terhadap Bahasa Ibu dan Dampaknya pada Pemertahanan Bahasa Betawi. Disertasi. Universitas Diponegoro Semarang.
Sulastriana, E. (2017). Sikap Bahasa dan Pemilihan Bahasa Mahasiswa Urban di IKIP PGRI Pontianak. Jurnal Pendidikan Bahasa.
Sumarsono, S. (2011). Sosiolinguistik. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Indarwati Indarwati, Nurhayati Nurhayati, Lukman Lukman, Harlina Sahib

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
