Peran Bahasa Koneq-Koneq Pada Masyarakat Bonde Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar (Suatu Kajian Antropologi Linguistik)

Authors

  • Iqbal Arifin (1) Universitas Sulawesi Barat
  • St Harpiani (2) Univesitas Sulawesi Barat

Keywords:

Bahasa Koneq - Koneq, Tradisi Lisan, Identitas Budaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa Koneq-koneq dalam masyarakat Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, dengan pendekatan antropologi linguistik. Bahasa Koneq-koneq memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas budaya dan tradisi lisan masyarakat setempat. Melalui studi ini, kami menggali dampak penggunaan bahasa ini terhadap interaksi sosial, pelestarian tradisi, serta cara masyarakat mengungkapkan identitas etnis mereka. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan analisis teks lisan dengan melibatkan 13 orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Koneq-koneq tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga simbol penting dalam memperkuat ikatan sosial dan warisan budaya. Penggunaan bahasa ini membantu masyarakat Bonde menjaga tradisi lisan, cerita rakyat, dan pepatah, yang merupakan bagian integral dari identitas etnis dan kearifan lokal. Namun, tantangan globalisasi dan modernisasi mempengaruhi dinamika penggunaan bahasa ini. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya melestarikan bahasa Koneq-koneq dan nilai-nilai budaya di tengah perubahan zaman. Diharapkan temuan ini dapat memberikan kontribusi pada upaya pelestarian budaya lokal dan perencanaan kebijakan yang berkelanjutan di wilayah ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadin, A. (2013). Metode Penelitian Sosial. Rayhan Intermedia.

Ansoriyah, S. (2019). Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Deepublish.

Budiarta, I. W. (2019). Eksistensi Bahasa Lokal Terkait Pemindahan Ibu Kota Negara Ke Kalimantan Timur: Ancaman dan Strategi Pemertahanannya. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(2–2), 1–9.

Budiwibowo, S. (2016). Membangun Pendidikan Karakter Generasi Muda Melalui Budaya Kearifan Lokal di Era Global. Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, 3(01).

Foley, J. M. (1977). The Traditional Oral Audience. Balkan Studies, 18(1), 145–153.

Gloriani, Y. (2017). Konservasi dan Revitalisasi Bahasa Sebagai Salah Satu Upaya Internasionalisasi Bahasa Indonesia. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(2).

Heryadi, H., & Silvana, H. (2013). Komunikasi Antar Budaya Dalam Masyarakat Multikultur. Jurnal Kajian Komunikasi, 1(1), 95–108.

Iswatiningsih, D. (2019). Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal di Sekolah. Satwika: Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 3(2), 155–164.

Khotijah, S., & Ismail, B. (2019). Kesalahan Ejaan Dalam Penulisan Artikel Web Iain Surakarta Dan Implikasinya Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 di SMP. Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra. Hal, 63–73.

Kusnoto, Y. (2017). Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 4(2), 247–256.

Kusyadi, K., Jufri, M., & Yadi, J. (2022). Dinamika Posisi Identitas Etnis Tionghoa di Tanjungpinang Dalam Tinjauan Teori Identitas Sosial. Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 1(8), 722–728.

Latief, F. (2020). Nilai Budaya Sirina Pesse Pada Pola Asuh Masyarakat Bugis Makassar. Indonesian Parenting, 59.

Mahyuddin, M. A. (2019). Sosiologi Komunikasi:(Dinamika Relasi Sosial di Dalam Era Virtualitas). Penerbit Shofia.

Mujib, A. (2009). Hubungan Bahasa dan Kebudayaan (Perspektif Sosiolinguistik). Adabiyyat, 8(1), 141–154.

Musianto, L. S. (2002). Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 4(2), 123–136.

Muslim, A. (2013). Interaksi Sosial Dalam Masyarakat Multietnis. Jurnal Diskursus Islam, 1(3), 483–494.

Novianti, E. (2014). Pola Komunikasi Pasangan Antaretnik Sunda Minang di Bandung. Jurnal Kajian Komunikasi, 2(2), 161–172.

Saleh, N. J., & Abbas, H. (2022). Upaya Pemertahanan Bahasa Kone Kone’e (Dialek Tallumpanuae) di Desa Bonde, Campalagian, Polewali Mandar. Joel: Journal of Educational and Language Research, 1(7), 727–736.

Santoso, B. (2006). Bahasa dan Identitas Budaya. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 1(1), 44–49.

Syamsudduha, S., & Rosida, V. (2022). Perencanaan Pembelajaran Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Teori dan Penerapannya. CV. Cahaya Bintang Cemerlang.

Triyanto, T., Fauziyah, F. A., & Hadi, M. T. (2019). Bahasa Sebagai Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa. Jurnal Salaka: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia, 1(1).

Widodo, A. (2020). Nilai Budaya Ritual Perang Topat Sebagai Sumber Pembelajaran Ips Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar. Gulawentah: Jurnal Studi Sosial, 5(1), 1–16.

Published

2023-08-24

How to Cite

Arifin, I., & Harpiani, S. (2023). Peran Bahasa Koneq-Koneq Pada Masyarakat Bonde Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar (Suatu Kajian Antropologi Linguistik). Jurnal Sinestesia, 13(2), 924–940. Retrieved from https://www.sinestesia.pustaka.my.id/journal/article/view/425

Issue

Section

Articles