Anxiety/Uncertainty Management sebagai Pengelolaan Dampak dari Fenomena “Catcalling”
Keywords:
Anxiety/Uncertainty Management, Catcalling, Interpersonal CommunicationAbstract
Saat ini terdapat fenomena catcalling membaur menjadi hal biasa yang terjadi di masyarakat. Catcalling didefinisikan sebagai siulan, panggilan, dan komentar yang bersifat seksual dan tidak diinginkan dengan korbannya yang rata-rata adalah seorang perempuan. Rendahnya literasi mengenai pelecehan seksual secara verbal ini menjadi pemicu terjadinya catcalling secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka untuk untuk melihat kontribusi disiplin ilmu komunikasi dalam membantu mengelola dampak dari pelecehan seksual secara verbal, serta untuk menelaah apakah Anxiety/Uncertainty Management Theory (AUM) dalam komunikasi memiliki peranan dalam mengelola dampak catcalling sehingga korban catcalling dapat kembali beraktivitas. Maka dilakukan studi pustaka mengenai perkembangan budaya populer, catcalling di Indonesia, kecemasan komunikasi interpersonal, dan Anxiety/ Uncertainty Management Theory. Hasil studi pustaka menunjukkan korban catcalling yang notabene adalah kaum perempuan mengalami kecemasan dan ketakutan pacsa mengalami catcalling. Untuk menangani hal tesebut, terdapat konsep-konsep dasar pada AUM yang dapat menjadi landasan atau pertimbangan korban catcalling dalam mengelola dampak yang terjadi dalam dirinya. Konsep-konsep dasar AUM dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan pasca menghadapi peristiwa catcalling adalah self-concept atau konsep diri, kemudian proses situasional dalam catcalling, motivasi melawan catcalling, serta mengantisipasi terjadinya catcalling pada diri sendiri.
Downloads
References
Bhasin, K. (2003). Memahami Gender, Cetakan ke-3. Jakarta: Teplok Press.
Burhan, B. (2009). Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Chhun. (2019). Catcalls: Protected speech or fighting words. Thomas Jefferson Law Review.
Ellaine, A. (2019). Catcalling. https://www.scribd.com/document/372292281/Catcalling, 22.
Elvira, M. (2021). Analisis Pemanfaatan Instagram @Dearcatcallers.id Sebagai Media Untuk Membentuk Kesadaran Mengenai Isu Catcalling Terhadap Wanita di Indonesia. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6(10), 5158-5174.
Fadilla, A. N. (2021). Catcalling Sebagai Perilaku Pelecehan Seksual Secara Verbal Ditinjau Dari Perspektif Hukum Pidana. Jurnal Belo, 7(2), 146-155.
Gudykunts, W. (2003). Cross-Cultural and Intercultural Communication. California: Sage Publications, Inc.
McDonald, L. (2021). Cat-Calls, Compliment, and Coercion. Pacific Philosophical Quarterly. University of Southern California and John Wiley & Sons Ltd, 1-23.
Prihatiningsih, W. (2017). Motif penggunaan media sosial instagram di kalangan remaja. Jurnal Communication, 8(1), 51-65. https://doi.org/10.36080/comm.v8i1.651
Rakhmat, J. (2007). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Saffana Zahro Qila, R. N. (2021). Catcalling sebagai Bentuk Pelecehan Seksual Traumatis. Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik, 1(2), 95-106.
Setyanto, A. H. (2020). Fenomena catcalling sebagai bentuk pelecehan seksual secara verbal terhadap perempuan di Jakarta. Koneksi, 485.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Melati Budi Srikandi, Mira Adita Widianti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
