Pemberdayaan Krama Desa dalam Pelestarian Budaya Bali Perspektif Ajeg Bali
Keywords:
pemberdayaan krama desa, pelestarian budaya, AjegAbstract
Penelitian ini mengkaji korelasi antara pemberdayaan krama desa dan pelestarian budaya Bali. Fenomena yang menarik untuk diteliti, era globalisasi menyebabkan masuknya budaya asing cenderung berdampak pada terabaikannya budaya lokal. Nilai-nilai budaya yang bersumber pada kearifan lokal dan kebudayaan suku bangsa dengan masuknya unsur-unsur budaya asing dalam interaksi kebudayaan lintas bangsa, menyebabkan masyarakat cenderung abai terhadap nilai-nilai budaya lokal. Pada sisi lain, gaung tentang pelestarian budaya Bali dengan jargon “Ajeg Bali” telah dikumandangkan sejak lama, terlihat pada kepemimpinan (Gubernur) Bali yaitu Dewa Beratha, Mangku Pastika, dan I Wayan Koster. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data melalui teknik dokumentasi, wawancara dan observasi langsung ke lokasi yang menjadi obyek utama penelitian yaitu di Desa Pakraman Marga yang terdiri dari Banjar Lebah, Banjar Basa, Banjar Tembau dan Banjar Beng. Disamping observasi langsung, penelitian ini juga menggunakan observasi partisipasi artinya peneliti ikut serta larut dalam aktivitas budaya di desa pakraman Marga. Hasil penelitian menunjukkan adanya dukungan aktor baik pemerinah desa dinas maupun pengurus adat terhadap upaya pemberdayaan krama dan pelestarian budaya Bali. Kemudian adanya kesadaran krama cukup dalam mengikuti aktivitas budaya seperti sebagai penari rejang, ritual keagamaan, ritual kematian, sebagai sekehe santi, dan sekehe gong.
Downloads
References
Andriyani, A. A. I. (2014). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Sosial Budaya Wilayah (Studi di Desa Wisata Penglipuran Bali) . Jurnal Ketahanan Nasional, 2(1), 46–56.
Joniarta, I. W. (2015). Membangun Model Pemberdayaan Perempuan Miskin di Bali (Kajian Pemberdayaan Perempuan Miskin dalam Local Community di Bali. Jurnal Opini, 12(1), 64–69.
Suacana, I. W. G. (2010). Transformasi Otonomi Dalam Tata Pemerintahan Desa Mengwi Kabupaten Badung . Jurnal Ilmu Politik, 21, 137–149.
Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Sutiyono, & Seriati, N. N. (2013). Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Melaksanakan Revitalisasi Budaya Lokal “Bersih Desa” di Ketingan Sleman. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1), 30–38.
Tarakanita, D. (2017). Peran Komunitas Pojok Budaya Dalam Pelestarian Kebudayaan Lokal Melalui Cultural Tourism di Bantul. Jurnal Penelitian Humanihora., 22(1), 45–56.
Triwardani, R., & Christina, R. (2014). Implementasi Kebijakan Desa Budaya Dalam Upaya Pelestarian Budaya Lokal. Jurnal Reformasi, 4(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 I Wayan Joniarta, Melati Budi Srikandi, Nuning Indah Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
