Pemberdayaan Krama Desa dalam Pelestarian Budaya Bali Perspektif Ajeg Bali

Authors

  • I Wayan Joniarta (1) Universitas Pendidikan Nasional
  • Melati Budi Srikandi (2) Universitas Pendidikan Nasional
  • Nuning Indah Pratiwi (3) Universitas Pendidikan Nasional

Keywords:

pemberdayaan krama desa, pelestarian budaya, Ajeg

Abstract

Penelitian ini mengkaji korelasi antara pemberdayaan krama desa dan pelestarian budaya Bali. Fenomena yang menarik untuk diteliti, era globalisasi menyebabkan masuknya budaya asing cenderung berdampak pada terabaikannya budaya lokal. Nilai-nilai budaya yang bersumber pada kearifan lokal dan kebudayaan suku bangsa dengan masuknya unsur-unsur budaya asing dalam interaksi kebudayaan lintas bangsa, menyebabkan masyarakat cenderung abai terhadap nilai-nilai budaya lokal. Pada sisi lain, gaung tentang pelestarian budaya Bali dengan jargon “Ajeg Bali” telah dikumandangkan sejak lama, terlihat pada kepemimpinan (Gubernur) Bali yaitu Dewa Beratha, Mangku Pastika, dan I Wayan Koster. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data melalui teknik dokumentasi, wawancara dan observasi langsung ke lokasi yang menjadi obyek utama penelitian yaitu di Desa Pakraman Marga yang terdiri dari Banjar Lebah, Banjar Basa, Banjar Tembau dan Banjar Beng. Disamping observasi langsung, penelitian ini juga menggunakan observasi partisipasi artinya peneliti ikut serta larut dalam aktivitas budaya di desa pakraman Marga. Hasil penelitian menunjukkan adanya dukungan aktor baik pemerinah desa dinas maupun pengurus adat terhadap upaya pemberdayaan krama dan pelestarian budaya Bali. Kemudian adanya kesadaran krama cukup dalam mengikuti aktivitas budaya seperti sebagai penari rejang, ritual keagamaan, ritual kematian, sebagai sekehe santi, dan sekehe gong.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andriyani, A. A. I. (2014). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Sosial Budaya Wilayah (Studi di Desa Wisata Penglipuran Bali) . Jurnal Ketahanan Nasional, 2(1), 46–56.

Joniarta, I. W. (2015). Membangun Model Pemberdayaan Perempuan Miskin di Bali (Kajian Pemberdayaan Perempuan Miskin dalam Local Community di Bali. Jurnal Opini, 12(1), 64–69.

Suacana, I. W. G. (2010). Transformasi Otonomi Dalam Tata Pemerintahan Desa Mengwi Kabupaten Badung . Jurnal Ilmu Politik, 21, 137–149.

Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Sutiyono, & Seriati, N. N. (2013). Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Melaksanakan Revitalisasi Budaya Lokal “Bersih Desa” di Ketingan Sleman. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1), 30–38.

Tarakanita, D. (2017). Peran Komunitas Pojok Budaya Dalam Pelestarian Kebudayaan Lokal Melalui Cultural Tourism di Bantul. Jurnal Penelitian Humanihora., 22(1), 45–56.

Triwardani, R., & Christina, R. (2014). Implementasi Kebijakan Desa Budaya Dalam Upaya Pelestarian Budaya Lokal. Jurnal Reformasi, 4(2).

Published

2023-03-14

How to Cite

Joniarta, I. W., Srikandi, M. B., & Pratiwi, N. I. (2023). Pemberdayaan Krama Desa dalam Pelestarian Budaya Bali Perspektif Ajeg Bali. Jurnal Sinestesia, 13(1), 155–162. Retrieved from https://www.sinestesia.pustaka.my.id/journal/article/view/321

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.