Manajemen Komunikasi Persuasif Pada Endorsement Selebgram di Instagram

Authors

  • Soei Khim (1) Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan
  • Nuning Indah Pratiwi (2) Universitas Pendidikan Nasional https://orcid.org/0000-0001-8022-3500
  • Wahyu Indra Satria (3) Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan
  • I Putu Dharmawan Pradhana (4) Universitas Pendidikan Nasional
  • Jonathan Jacob Paul Latupeirissa (5) Universitas Pendidikan Nasional

Keywords:

Instagram, manajemen komunikasi persuasif, selebgram endorsement

Abstract

Banyaknya jumlah pengguna Instagram di Indonesia menciptakan sebuah fenomena baru seperti munculnya selebgram atau selebritis yang dikenal karena Instagram, online shop atau toko online yang menjual barang melalui akun di Instagram, endorsement, hingga paid promote. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi persuasif pada endorsement yang digunakan oleh selebgram di Instagram. Dengan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengenai bagaimana bentuk komunikasi persuasif selebgram di Instagram. Penelitian yang dibuat ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersumber dari pendekatan interpretatif atau subjektif. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara yang dilakukan di Bali dan luar Bali melalui melalui luring dan daring via Google Meet Sesudah melakukan penelitian dan didapatkan datanya, kemudian data akan dianalisis sehingga bisa bertemu dengan deskripsi berkaitan aktivitas komunikasi komunikasi persuasif pada endorsement yang digunakan oleh selebgram @blq.sss di Instagram. Hasil dari penelitian ini yaitu komunikasi persuasif yang digunakan oleh selebgram Balqis Aqila Ahya di Instagram miliknya @blq.sss adalah komunikasi verbal dan non verbal. Dimana komunikasi persuasif verbal berupa video dan foto serta story yang diunggahnya. Sedangkan komunikasi persuasif non verbal biasanya Balqis terapkan dengan caption ataupun hastag dan tag ke produk yang dipromosikan. Selain itu, jika ditinjau berdasarkan teori atribusi, maka Balqis Aqila Ahya dalam melakukan proses endorsment di media sosial Instagramnya sudah memberikan pengaruh dan dampak kepada para pengikutnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggun, P. M. (2015). Strategi Pemilihan Selebgram Sebagai Upaya Promosi Produk Hijab Oleh Online Shop di Instagram. Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya.

Bagus, I. D. A. et al. (2016). Teknik wawancara dan observasi untuk pengumpulan bahan informasi. 1–11.

Derwati, Y. (2015). Keterlambatan mahasiswa dalam studi ditinjau dari teori atribusi dari Weiner (Upaya Mencari Solusi atas Keterlambatan Mahasiswa dalam Studi di Prodi Psikologi Islam STAIN Kediri). UNIVERSUM : Jurnal KeIslaman Dan Kebudayaan, 9(1), 57–65. Retrieved from https://jurnalfuda.iainkediri.ac.id/index.php/universum/article/view/764

Hardilawati, W. L., Binangkit, I. D., & Perdana, R. (2019). Endorsement: media pemasaran masa kini. JIMUPB Jurnal Ilmiah Manajemen, 7(1).

Kamilah, H., Yanto, Y., & Sari, S. (2020). Fenomena Gaya Hidup Ala Selebgram Pada Mahasiswa di Instagram. Profesional: Jurnal Komunikasi & Administrasi Publik, 7(2).

Martin, G. (2016). Instagram Marketing For Business: How To Get More Targeted Followers And Build A Brand On Instagram (Social Media, Internet Marketing, Instagram Tips). Amazon Digital Services LLC.

Pramiyati, T., Jayanta, J., & Yulnelly, Y. (2017). Peran Data Primer Pada Pembentukan Skema Konseptual Yang Faktual (Studi Kasus: Skema Konseptual Basisdata Simbumil). Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer, 8(2), 679-686.

Pratiwi, N. I. (2017). Penggunaan media video call dalam teknologi komunikasi. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 1(2), 202-224. https://doi.org/10.38043/jids.v1i2.219

Puspanindra, T., & Dini, V. (2021). Komunikator dalam Strategi Endorsement (Studi Strategi Endorsement Produsen Kerudung Voal di Instagram). Ilmu Komunikasi FISIB Universitas Pakuan.

Puspita, Y. (2015). Pemanfaatan New media dalam Memudahkan Komunikasi dan Transaksi Pelacur Gay. Jurnal Perekonomian, 18(3).

Putri, F. I., Dwiningtyas, H., Lukmantoro, T., & Gono, J. N. (2015). Teknik-teknik Persuasif Dalam Media Sosial (Studi Analisis Isi Kualitatif Pada Akun Mentor Parenting Ayah Edy di YouTube). Interaksi Online, 4(1). Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/10341

Rachmawati, T. (2017). Metode Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif. UNPAR Press.

Ramadhan, A., Naswandi, C. N., & Herman, C. M. (2020). Fenomena endorsement di Instagram story pada kalangan selebgram. KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2).

Shimp, T. A. (2014). Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Periklanan dan Promosi. Salemba Empat.

Wiliam. (2022). New media Theory: Definition, Functions, and Benefits. Management Study Program. https://manajemen.uma.ac.id/2022/06/teori-new-media-pengertian-fungsi-dan-manfaatnya/

Yusuf, A. M. (2017). Metode Penelitian: Kuantitatif Fenomena Penggunaan Media.

Zaenuri, A. (2017). Teknik komunikasi persuasif dalam pengajaran. JALIE; Journal of Applied Linguistics and Islamic Education, 1(1), 41-67.

Published

2023-05-19

How to Cite

Khim, S., Pratiwi, N. I., Satria, W. I., Pradhana, I. P. D., & Latupeirissa, J. J. P. (2023). Manajemen Komunikasi Persuasif Pada Endorsement Selebgram di Instagram. Jurnal Sinestesia, 13(1), 429–440. Retrieved from https://www.sinestesia.pustaka.my.id/journal/article/view/346

Issue

Section

Articles